Uleegle's Blog

Welcome To Ulee Gle …

Archive for the ‘renungan’ Category

Nasib Ku

Posted by iswadi pada Januari 7, 2011

Biar selalu dirundung duka, sedih nasib jadi abdi negara, gaji habis tak tersisa izin dan cuti tidak ada, hari tasrik tetap kerja, macam di Amerika saja, THR hanya tinggal cerita, yang ada cuma kata perintah untuk tetap setia pada negara, TC dan uang minum hanya janji para pejabat negara, tetapi entah kapan kita bisa terima, mahu demo dicoret SK, mahu melawan takut dipindah kedesa-desa, banyak cerita takut jadi titik tanda, hidup miskin harus sok kaya, tidak punya uang mesti bergaya, mahu pensiun tidak punya apa-apa, buat rumah gadaikan SK, berkembang dikit diperiksa KPK, membantah perintah jadi perkara, hati dongkol wajah ceria, ekstrim sedikit karier binasa???

Posted in Info, renungan | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Untuk Semua Sahabat

Posted by iswadi pada Januari 1, 2010

Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan- anganmu, lalu memeluknya erat-erat ! Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka…tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu yang lain, yang telah terbuka bagi kita.

Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu. Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna. Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum, sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang. Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum. Angankan apa yang engkau ingin angankan…pergilah kemana engkau ingin pergi… jadilah seperti yang engkau kehendaki. Sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.

Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum, cukup pencobaan untuk membuatmu kuat, cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia. Mereka yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu. Mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka. Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu. Engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.

Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum. Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.

Kirimkan pesan ini kepada mereka yang berarti bagimu .. kepada mereka yang menyentuh hidupmu dengan suatu atau lain cara… kepada mereka yang membuatmu tersenyum ketika engkau sungguh membutuhkannya… kepada mereka yang membuatmu melihat sisi baik dari segala hal ketika engkau jatuh… kepada mereka yang persahabatannya engkau hargai… kepada mereka yang begitu berarti dalam hidupmu. Jika engkau tidak mengirimkannya, janganlah khawatir.. tak ada hal buruk yang akan menimpamu…hanya saja engkau kehilangan satu kesempatan untuk menyemarakkan hari seseorang dengan pesan ini!!!

Jangan hitung tahun-tahun yang lewat, hitunglah saat-saat yang indah .. Hidup tidak diukur dengan banyaknya napas yang kita hirup; melainkan dengan saat-saat di mana kita menarik napas bahagia

Posted in Info, renungan | 2 Comments »

Belajar dari Pohon Jagung

Posted by iswadi pada Januari 1, 2010

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia dibalik buah jagung yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus, karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknua pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.

“Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?” tanya sang wartawan. “Pak tahukah anda?,” jawab petani itu “Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain.

Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tenti menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula. Begitu pula dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan, harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang mengingikan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula.Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya….

Posted in Info, renungan | Leave a Comment »

Manajemen Stress by Covey

Posted by iswadi pada Januari 1, 2010

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:

“Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.”kata Covey. “Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah.Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.
Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.””Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu  membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.
“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.
Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak.Setelah beristirahat, nanti dapat diambil lagi …………..
HIDUP INI SINGKAT, jadi cobalah menikmati dan memanfaatkannya.Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh,tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Posted in Info, renungan | Leave a Comment »

Sempurnanya Rancangan Allah

Posted by iswadi pada Januari 1, 2010

Karena lelahnya seorang petani duduk di bawah pohon kenari sambil mengebaskan topinya untuk menghilangkan rasa panas karena seharian bekerja di bawah terik matahari.Secara bergantian ia memandang tanaman labunya dan pohon kenarinya yang sedang berbuah lebat. Petani itu mulai berpikir, “Allah kurang perhitungan dan tidak adil? Buah labu itu besar, tetapi Ia justru menaruhnya pada tanaman merambat yang berbatang kecil sehingga dengan susah payah batang itu menahan buahnya. Sebaliknya kenari ini mempunyai pohon dan cabang yang besar tetapi buahnya kecil saja. Seandainya saya yang menciptakannya saya akan berbuat sebaliknya agar lebih sesuai. Sementara petani itu menyandarkan tubuhnya pada pohon kenari tiba-tiba sebuah buah kenari jatuh di atas kepalanya. Ia memungut kenari itu. Akhirnya ia berdiri dan berkata Allah memang luar biasa dan bijaksana. Ia adil dan pengasih. Seandainya buah kenari ini sebesar labu saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kepala saya.
Seringkali kita juga berlaku seperti petani di atas. Kita mengatakan Allah tidak adil karena sudah membuat kita seperti sekarang ini. Dan dengan keadaan seperti sekarang memang tidak ada sesuatupun yang bisa kita lakukan. Tetapi perhatikanlah sebagaimana Allah menciptakanberbagai macam tumbuhan dengan berbagai bentuk dan manfaatnya, demikianlah Allah menciptakan kita dengan beragam kemampuan dan karunia. Allah menciptakan kita masing-masing secara khusus agar kita dapat berbuah bagi yang lain. Banyak orang menyangka ia sudah berbuat banyak tetapi jika ia tidak menjadi berkat bagi orang lain sebenarnya ia bukan berbuah tetapi bengkak. Bengkak artinya ia berbuah bagi dirinya sendiri alias menumpuk berkat bagi dirinya sendiri.
Dan juga jangan pernah anda berkata bahwa Allah tidak adil karena anda tidak sekaya orang lain atau tidak secantik, semampu dan sepintar mereka. Bagi Allah yang lebih penting bukan secara jasmaniah tetapi apakah hidup kita dapat berbuah banyak atau tidak. Ingatlah bagi Allahhanya ada 2 macam orang: yang berbuah dan yang tidak berbuah. Jangan menjadikan kondisi atau kekurangan suatu alasan bagi kita untuk tidak berbuah bagi Allah, orang lain dan diri kita sendiri. Sekalipun Yesus berlatar belakang sebagai seorang tukang kayu, keadaan ini tidak menghalangiNya untuk menggenapi kehendak Allah di dalam kehidupanNya dan Ia sudah membuktikan bahwa Ia berguna bagi Kerajaan Allah. Dengan menjadi berkat bagi orang lain berarti kita telah memenuhi maksud Allah ketika Ia membentuk kita

Posted in Info, renungan | 1 Comment »